Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Wagub Kandouw Apresiasi Dubes Jerman, Museum Holocaust Dibangun di Tondano

IMG-20220128-WA0100

MANADO Kabarpost.com – Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel menyambangi Kantor Gubernur Sulut, Jumat (28/1/22) pagi.

Rombongan Dubes tersebut pun diterima oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven OE Kandouw.

Usai menerima kunjungan Dubes Jerman, Wagub Kandouw menyatakan apresiasi yang tinggi atas di bangunnya gedung museum pertama di Asia Tenggara di Tondano Minahasa.

”Ini menjadi catatan sejarah. Karena bukan hanya se-Indonesia tapi se Asia Tenggara. Salut dan saya memberikan apresiasi yang tinggi,” katanya pada wartawan Jumat ( 28/01/2022).
“Hari ini saya berdialog Dengan Dubes Jerman Miss Ina Lepel, kami membahas Kerukunan dan Perdagangan,” ungkapnya.

Dirinya menyambut baik kedatangan Dubes Jerman untuk Indonesia Miss Ina Lepel di tanah nyiur melambai ini. Sulut jadi daerah pertama di luar Pulau Jawa yang di kunjungi Dubes Ina Lepel.

“Dubes Jerman sudah melihat langsung kerukunan di Sulawesi Utara. Ia tertarik dan respect terhadap kerukunan di Sulut,” ucap Wagub Sulut.

Wagub berharap kedepannya kami pemerintah daerah Provinsi Sulut bisa menjalin kerjasama sama dengan negara Jerman, baik dari segi ekonomi, pendidikan maupun teknologi.

Selain itu Dubes Jerman juga menyatakan akan melakukan kerjasama investasi di Sulut.

Diketahui, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel, menghadiri peresmian Museum Holocaust yang dibangun komunitas Yahudi di Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (27/1/22).

“Suatu kehormatan berada di Minahasa dan berpidato di pembukaan Museum Holocaust. Museum sejenis ini dibuka untuk pertama kalinya di Asia Tenggara atas inisiatif komunitas Yahudi di sini,” kata Lepel melalui Twitter.

Museum ini diresmikan bertepatan dengan peringatan hari Holocaust internasional. Lepel menegaskan bahwa Jerman akan selalu mendukung peringatan terhadap kejadian yang dapat menjadi pelajaran universal tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Jerman akan terus mendukung upaya perlawanan terhadap rasisme, anti-Semitisme, dan semua bentuk intoleransi.
Lepel kemudian mengingatkan, publik harus terus mengingat kejahatan luar biasa yang terjadi dalam Holocaust.

“Jika tidak, kita berisiko mengulanginya lagi. Namun, jika kita ingat, kita bisa menjadi sangat waspada dan langsung bertindak apabila muncul tanda-tanda kebencian rasisme dan anti-semitisme,” ucap Lepel.

Museum itu, menurut Lepel, merupakan tanda perkembangan yang baik, terutama bagi pemuda untuk proses pembelajaran sejarah.

“Museum akan menyasar anak muda sebagai sebuah pengalaman pembelajaran. Saya sangat senang bisa mengunjungi museum ini,” kata Lepel.
Holocaust merupakan insiden pembantaian, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi. Peristiwa itu terjadi pada 1941-1945.

Pada 27 Januari 1945, Uni Soviet memukul mundur Jeman dan mereka masuk ke kamp konsentrasi Auschwitz di Polandia. Lebih dari satu juta orang dibunuh di kamp konsentrasi itu.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian menetapkan 27 Januari sebagai hari peringatan internasional untuk menghormati para korban Holocaust.

(*/Ain)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0