Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Gubernur Olly dan Menteri KKP Bahas Peluang Bertambahnya Eksport Perikanan dari Sulut

Gubernur Olly saat foto bersama Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono
Gubernur Olly saat foto bersama Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono

 

JAKARTA Kabarpost.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE kembali menemui Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Jumat (06/08/2021).

 

Ini merupakan pertemuan kedua kalinya, setelah Gubernur Olly didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut, Rocky Wowor bertemu Menteri KKP pada 23 Februari 2021 silam.

 

Pertemuan Gubernur Olly dengan Menteri KKP guna membahas meningkatnya industri perikanan, khususnya peluang bertambahnya nilai ekspor perikanan dari Sulut keluar negeri seperti ke Jepang dan Singapura.
Harus diakui bahwa Pemprov Sulut selalu punya niat untuk membangun dan membangkitkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Apalagi direct call perikanan Sulut merupakan hal yang luar biasa sebagai langkah extra ordinary, bukan perkara mudah.

Bagi pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK), maka di tengah pemulihan ekonomi, komponen ekonomi yang dapat diandalkan salah satunya kegiatan ekspor, karena ekspor menjadi penyangga di saat sektor lainnya terpukul akibat pandemi Covid- 19. Ekspor yang eksis di Sulut saat ini adalah perikanan dan pertanian.
Hal ini juga diperkuat dengan hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang menyatakan bahwa Struktur Ekonomi Sulut pada Triwulan II-2021 didominasi oleh 5 lapangan usaha, yakni ;

Pertama, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 20,87 persen

Kedua, Perdagangan besar-eceran, Reparasi mobil-sepeda motor 13,26 persen;

Ketiga, Konstruksi 11,88 persen;

Keempat, Industri pengolahan 9,97 persen;

Kelima, Transportasi dan pergudangan 8,62 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 41,77 persen, kemudian pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar 33,87 persen, serta ekspor barang dan jasa sebesar 26,42 persen.

BPS Sulut juga mencatat bahwa data ekonomi Sulut pada triwulan II-2021 tumbuh 8,49 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pencapaian ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata ekonomi Indonesia triwulan II-2021 sebesar 7,07 persen (yoy).

Dengan fakta dan data akurat ini, tak bisa dipungkiri, kepemimpinan ODSK, meskipun menghadapi pandemi Covid-19, akan tetapi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mampu menanjak naik melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan begitu, maka kunjungan ke Kementerian KKP RI merupakan salah satu upaya nyata Gubernur Olly membawa ekonomi Sulut makin hebat, mampu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi negeri ini.

 

(*/Ain)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0