Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Isu Mencalonkan Jadi Direktur RS Mata, Tindi : Gubernur Tidak Boleh Merekom Pejabat yang Disinyalir Bermasalah

Rumah Sakit Mata Sulut
Rumah Sakit Mata Sulut

 

MANADO Kabarpost.com – Dalam waktu dekat ini, informasi santer terdengar jika akan dilakukan rolling besar – besaran dilingkungan provinsi Sulawesi Utara.

 

Nama- nama pun bermunculan dipermukaan termasuk pergantian Direktur Rumah Sakit Mata Sulut yang akan memasuki masa pensiun. Anehnya muncul nama mantan Direktur lama yakni, dr Diana Wantania.

 

Ketua Gerakan Anti Korupsi (GERAK) Jimmy R Tindi pun merasa jika hal ini merupakan satu kesalahan. Dimana menurutnya, Gubernur Sulut tidak bisa melakukan pengangkatan jabatan bagi orang yang diduga bermasalah.

 

“Saya akan menyurati atau langsung menemui Pak Gubernur untuk mengatakan hal ini. Dan jika terbukti dugaan tersebut maka harus diurungkan niat untuk menseleksi jabatan tersebut,” tegasnya.

 

“Kami yakin juga pak Gubernur tidak akan ceroboh mengambil tindakan tersebut. Sebab akan merusak citra nama baik RS Mata yang dimiliki oleh Sulawesi Utara,” lanjut Jim  yang mengatakan akan mengawal kasus ini.

 

Seperti info yang santer terdengar diseputaran RS mata tersebut terungkap bahwa, pada tahun 2015 ada pekerjaan pembangunan gedung rumah sakit khusus mata provinsi Sulut dengan nilai kontrak Rp 16.818.700.000.

 

Nah, dalam pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai dengan kontrak yang ada. Dimana pembangunan gedung beberapa lantai tersebut sudah termasuk dengan pengadaan beberapa ruangan kantor.

 

Pada tahun 2016, kembali RS Mata melakukan pekerjaan proyek pengadaan pembangunan gedung kantor dengan nilai Rp 7.000.959.000. 

 

Dari sinilah disinyalir bahwa terjadi dua kali pembangunan kantor yang ada. Padahal, pada tahun 2015 pembangunan sudah dengan pengadaan kantor. Namun pada tahun 2016 dilakukan pekerjaan pengadaan kantor. Jika, ditelisik maka dugaan korupsi terjadi pada pengadaan kantor tahun 2016 dengan nilai Rp 7 milliar lebih. 

 

“Hal ini bukan lagi rahasia umum. Namun kami sebagai bawahan tidak bisa berbuat apa- apa. Yang kami tahu semua telah diserahkan kepada pihak hukum,” kata sumber resmi RS Mata yang namanya tidak mau dipublish.

 

Sementara itu Direktur saat itu dr Diana Wantania saat dihubungi lewat via telpon beberapa waktu lalu mengatakan, jika itu tidak benar.

 

“Jika itu benar maka saya sudah dipanggil pak Gubernur,” jawabnya singkat.

 

(Ay)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0