Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Rakorev Hasil Pembangunan Triwulan III Provinsi Sulut

IMG-20221117-WA0061

MANADO Kabarpost.com – Dalam rangka mencapai target pembangunan, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Alfret Denny Tuejeh beserta Unsur Forkopimda Provinsi Sulut menghadiri  Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) hasil pelaksanaan pembangunan sampai dengan Triwulan III Tahun 2022 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut yang di gelar di Grand Kawanua Manado, Rabu (16/11/2022)

Rakorev hasil pelaksanaan pembangunan tersebut di buka oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE serta dihadiri oleh Wagub Sulut Steven OE Kandouw dan Bupati/Walikota dari 15 kabupaten/kota di Sulut.

Dalam arahannya, Gubernur Olly menyampaikan, hasil Rakorev ini dapat dijadikan masukan dalam perencanaan pembangunan tahun 2024, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Sehingga target-target pembangunan yang akan ditetapkan dalam dokumen perencanaan dapat terimplementasi, mulai dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat Desa,” ujarnya.

Gubernur Olly juga berpesan kepada Para Bupati/Walikota agar memacu perangkat daerahnya untuk segera merealisasikan pelaksanaan program dan kegiatan, dengan memaksimalkan waktu yang tinggal satu bulan.

“Sehingga pada akhir tahun 2022 seluruh program dan kegiatan yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus bisa terealisasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sulut
Asim Saputra menjelaskan, bahwa hingga triwulan III tingkat kemiskinan di Sulut mengalami penurunan.

“Dari 15 kabupaten/kota pada tahun 2022 ini, ada 2 daerah yang persentase penurunannya signifikan yakni Boltim dan Minsel,” kata Asim.

Untuk menurunkan angka kemiskinan harus memperhatikan pengendalian inflasi.

“Pengendalian harga harus diperhatikan. Karena akan mendorong inflasi, atau bisa mengerek tingkat kemiskinan. Makanya
erlu kita dorong agar warga miskin punya uang,” katanya.

Asim menyebutkan, penyebab kemiskinan 10 persen disumbang oleh konsumsi rokok.

“Rokok telah membentuk garis kemiskinan setelah beras, yakni sebesar 9,78 persen atau hampir 10 persen yang disumbang rokok,” ujarnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi, Asim mengatakan, Provinsi Sulut yang ditopang pertanian berhasil menempatkan capaian 6,62 persen yang jauh melampaui nasional.

“Pertanian menjadi backbone ekonomi kita, sehingga pertumbuhan ekonomi mencapai 6,62 persen. Ini juga digerakkan sektor transportasi, ke depan dapat dipastikan ekonomi kita dapat di atas 6 persen,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, Kajati Sulut Edy Birton S.H., M.H, Danlantamal VIII/Manado Laksamana Pertama TNI Nouldy J. Tangka, Danlanudsri Marsekal Pertama TNI M.Satriyo Utomo.SH dan Danrem 131/Stg Brigjen TNI Mukhlis.

(*/Ain)

 

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0