Next Post
16-45-16-hv5bMF
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan, Inggrid Sondakh Ingatkan Masyarakat Jangan Lupakan Sejarah

Inggrid Sondakh, Anggota DPRD Sulut saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Jumat (18/2/2022) di Desa Kalasey
Inggrid Sondakh, Anggota DPRD Sulut saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Jumat (18/2/2022) di Desa Kalasey

 

MINAHASA Kabarpost.com – Inggrid Sondakh, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (18/2/2022) sekitar pukul 17:00 wita menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (SOSBANG) dan dihadiri puluhan Tokoh Masyarakat Desa Kalasey 1 Jaga 2 Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Di kegiatan sosialisasi tersebut Inggrid Sondakh mulai memaparkan maksud dan tujuan dilakukan SOSBANG.

“Kami DPRD Provinsi Sulawesi Utara berpikir sangat penting dilakukan sosialisasi. Sebab, dalam kenyataan intelektual banyak masyarakat tidak tahu bahkan tidak mengerti kalau ternyata pemerintah dan DPRD telah menyelenggarakan perda. Bukan hanya perda yang penting disosialisakan, kami juga memandang sangat penting melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan. Sosialisasi wawasan kebangsaan sama seperti sosialisasi empat pilar,” ucap Inggrid.

Lanjut disampaikan politisi dari Partai Golkar ini, kondisi secara global banyak sekali ancaman radikal, terorisme, bahkan ancaman di dunia maya.

para Tokoh Masyarakat saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Sulut, Inggrid Sondakh

 

“Dengan adanya media sosial yang tanpa batas sehingga sangat penting masyarakat di support untuk mengingat kembali terkait wawasan kebangsaan,” sebut Inggrid.

Tambah Inggrid, wawasan kebangsaan bukan hanya bicara ke-Indonesiaan yakni satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.

“Karena apabila berbicara soal wawasan itu berarti disatukan dalam sejarah yang sama,” ucapnya.

Legislator Dapil Minahasa-Tomohon ini juga menyentil pendiri negara ini yakni Presiden Pertama Indonesia, ir. Soekarno pernah mengingatkan soal “Jasmerah”.

“Jagan sekali-sekali melupakan sejarah, karena ternyata sejarah ini yang menumbuhkan perasaan bersama (sense of belonging),” ungkap Putri mantan Gubernur Sulut ini.

Ditegaskan lagi oleh nya, dalam Peraturan Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2021 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan disebutkan upaya untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan paling sedikit bisa memahami apa yang di maksud dengan Empat Pilar.

“Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urai Inggrid.

Inggrid pun berharap para Tokoh Masyarakat yang hadir di kegiatan itu bisa melanjutkan maksud dan tujuan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan tersebut kepada masyarakat luas.

Diakhir sosialisasi lantang disampaikan Inggrid bahwa NKRI itu adalah Harga Mati.

Untuk diketahui, turut hadir sekaligus memandu kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yaitu Lurah Desa Kelasey, Lely Tongari juga staf Sekretariat DPRD Sulut yang dipimpin langsung Kabag Umum, Jhon Paerunan.

 

(jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0