Next Post
IMG-20221224-WA0012
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Legislator DPRD Sulut BOY TUMIWA Gelar SOSBANG di Desa Teep dan Molompar

Pelaksanaan Kegiatan Sosbang oleh Anggota DPRD Sulut, Boy Tumiwa di Desa Molompar Kabupaten Minahasa Selatan
Pelaksanaan Kegiatan Sosbang oleh Anggota DPRD Sulut, Boy Tumiwa di Desa Molompar Kabupaten Minahasa Selatan

 

MANADO Kabarpost.com – PIMPINAN dan ANGGOTA DPRD Provinsi Sulawesi Utara di penghujung tahun 2022 ini melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) di daerah pemilihan (dapil) mereka masing-masing.

Ini juga dilakukan Anggota DPRD Sulut Boy Tumiwa dari dapil Minsel-Mitra.

Suasana pelaksanaan Sosbang legislator Boy Tumiwa

 

Tumiwa yang duduk di Komisi III Bidang Infrastruktur melaksanakan Sosbang di Desa Teep dan Desa Molompar Kabupaten Minahasa Selatan.

Boy Tumiwa pun didampingi narasumber yaitu, Drs.Victor E.Rompas.

Adapun terkait Sosbang ini merupakan konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang mempersatukan bangsa dan negara secara menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial budaya, dan hankam.

Wawasan Kebangsaan sebagai konsepsi
politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa
Indonesia. Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik
Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan
Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia
diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Negara Indonesia yang dikelola dengan jumlah penduduk yang cukup besar,
yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan kondisi objektif
ini pada satu sisi mengandung kekuatan tetapi pada sisi lain mengandung
kelemahan.

Sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan yang ingin dikembangkan adalah sistem pemerintahan yang bersifat demokratis dan desentralistis dalam negara kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang menghendaki adanya pemerintahan pusat yang kuat dan berwibawa untuk menjamin terpeliharanya stabilitas nasional dan kesatuan bangsa, sedangkan prinsip desentralisasi menghendaki adanya pemerintahan daerah yang semakin dewasa, mandiri dan demokratis.

Pelaksanaan Sosbang oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok di Kabupaten Minahasa Selatan

 

Dengan harmonisasi hubungan pusat dan daerah menuntut adanya wawasan kebangsaan yang memahami keberadaan wawasan kewilayahan/ kedaerahan yang memiliki karakteristik tertentu untuk dikembangkan dengan penuh prakarsa, kreasi, dewasa dan mandiri dan sebaliknya wawasan kewilayahan/ kedaerahan yang semakin dewasa dan mandiri hendaknya senantiasa ditempatkan secara proporsional untuk memperkuat pembinaan wawasan kebangsaan.

Warga yang ikut di kegiatan Sosbang Billy Lombok

Nasionalisme sebagai suatu tekad bersama yang tumbuh dari bawah untuk bersedia hidup sebagai suatu bangsa dalam negara merdeka.

Paham kebangsaan/ nasionalisme adalah paham kebersamaan, persatuan dan kesatuan, dan kebangsaan selalu berkaitan erat dengan demokrasi karena tanpa demokrasi kebangsaan akan mati bahkan merosot. Kesetiakawanan sosial sebagai nilai merupakan rumusan lain dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan wawasan kebangsaan menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat lebih dari hanya kemakmuran yang paling tinggi dari jumlah orang yang paling hebat.
Kesejahteraan rakyat lebih dari keseimbangan antara kewajiban sosial dan keuntungan individu.

Makna Wawasan Kebangsaan.
Wawasan Kebangsaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna sebagi berikut:
1) Wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan;

2) Wawasan kebangsaan mengembangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa
sehingga asas Bhinneka Tunggal Ika dipertahankan;

3) Wawasan kebangsaan tidak memberi tempat pada patriotisme yang licik;

4) Dengan wawasan kebangsaan yang dilandasi oleh pandangan hidup Pancasila,
bangsa Indonesia telah berhasil merintis jalan menjalani misinya di tengah-
tengah tata kehidupan di dunia;

5) NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur bertekad untuk
mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir batin, sejajar
dengan bangsa lain yang sudah maju.


Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan.
Nilai Wawasan Kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan
bangsa memiliki enam dimensi yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu:
1) penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa;
2) tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merkeka, dan
besatu;
3) cinta akan tanah air dan bangsa;
4) demokrasi atau kedaulatan rakyat;
5) kesetiakawanan sosial;
6) masyarakat adil-makmur.

Di sela pelaksanaan sosbang masyarakat pun menyampaikan sejumlah aspirasi agar diperhatikan pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota.

Selain Boy Tumiwa, Billy Lombok salah satu Wakil Ketua DPRD Sulut juga sudah melaksanakan kegiatan Sosbang.

(Adve)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0