Next Post
16-45-16-hv5bMF
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Jems Tuuk Soroti Target Retribusi RSUD ODSK, Dirut Enrico Tampak Tenang, Ketua DPRD Sulut Tampil Excellent

IMG-20220922-WA0003

 

MANADO Kabarpost.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Tim Pengguna Anggaran Daerah (TAPD) Sulut melakukan pembahasan terakhir terkait KUA-PPAS Perubahan APBD 2022, Rabu (21/9/2022) di ruang rapat paripurna.

Dalam pembahasan itu, patokan target retribusi untuk RSUD ODSK hingga Rp.33 miliar dinilai Tim Banggar sangatlah besar.

Bahkan, sempat terucap dari mulut salah satu anggota Banggar agar RSUD ODSK sebaiknya tidak diberlakukan target pencapaian pendapatan sehingga tidak berdapak pada masyarakat, dalam arti tidak membebani masyarakat.

Seperti dikatakan ir.Julius Jems Tuuk di rapat.

“Bisa tidak lembaga ini mendesak gubernur agar rumah sakit yang dimiliki pemerintah sulawesi utara gratis buat rakyat sulawesi utara,” lantang Tuuk dihadapan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi utara, Praseno Hadi dan jajarannya.

“Jadi usul saya, semua rumah sakit termasuk rumah sakit ODSK tidak perluh memungut biaya kecuali mengukur berapa sih OPEX (Operating Expenditure/Pembelanjaan Operasional) ini,” tandas Tuuk.

Sementara Ketua DPRD Sulut, dr.Fransiscus Andi Silangen berpendapat, di bidang kesehatan perlu adanya target. “Karena tidak ada orang atau bidang usaha di bidang medis yang rugi. Apalagi sekarang kesehatan saat ini sudah berbeda, hampir semua ditanggung oleh BPJS, dan rumah sakit tipe D, tipe C, tipe B, tipe A akan bertahan, makanya mengapa rumah sakit swasta berlomba-lomba berdiri di sini. Jadi selalu ada profitnya. Kalau tidak ada profit pasti tidak ada rumah sakit yang akan di bangun, iya kan?,” ucap Ketua Dewan.

Lebih lanjut disampaikan Ketua Dewan Silangen, pembangunan Rumah Sakit ODSK merupakan dana pinjaman. “Sehingga kita harus penuhi target,” jelas dia sembari memberikan contoh rumah sakit di luar daerah dengan kasus yang sama tapi bisa memenuhi target sehingga bisa melunasi hutang dalam jangka waktu dua tahun.

“Jadi tidak ada masalah untuk target,” kata Silangen.

Namun demikian lanjut Ketua Dewan Silangen, terkait target yang ditatapkan untuk Rumah Sakit ODSK yaitu Rp.33 miliar harus dikoreksi lagi.

Dari pantauan media ini, tampak rawut wajah Direktur Utama Rumah Sakit ODSK, dr.Enrico Rawung saat mendengar masukkan, saran bahkan kritikan terlihat sangat tenang.

 

(jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0