Next Post
16-45-16-hv5bMF
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Jaga Stabilitas Pemerintahan, Mobi Minta Menkumham Pertimbangkan Aspirasi Mahasiswa Gorontalo

Pemuda dan Mahasiswa Gorontalo saat melakukan Demo menolak kepala Imigrasi yang baru
Pemuda dan Mahasiswa Gorontalo saat melakukan Demo menolak kepala Imigrasi yang baru

 

MANADO Kabarpost.com – Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Peduli Gorontalo melakukan aksi untuk merespon surat keputusan (SK) nomor: Sek-40.kp.03.03 tahun 2021 yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI tentang rotasi jabatan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Provinsi Gorontalo.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, Sandi S Mobi mengatakan, pihaknya menduga rotasi jabatan tersebut sarat akan kepentingan.

“Karena pejabat yang baru, terinformasi pernah dilaporkan ke Polres Bolmong atas dugaan pelecehan seksual pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kotamobagu tahun 2017 silam,” kata Mobi, Senin (15/11/2021).

Surat Penolakan dari Pemuda dan Mahasiswa Gorontalo

 

Lebih lanjut, Mobi membeberkan, sebelum menggelar aksi, pada tanggal 8 November 2021, pihaknya telah menyurat untuk permohonan audiensi dan disusul dengan surat yang akan disampaikan ke Kemenkumham, melalui Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) sesuai dengan kesepakatan dari hasil audiensi.

“Dalam aksi yang digelar tadi tergabung dari BEM se-Gorontalo dan organisasi kedaerahan yang ada di Gorontalo. Pada saat mau menuju Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo, kami didatangi Kepala Kantor Imigrasi yang masih menjabat yang berharap agar kami tidak melakukan aksi,” bebernya.

Suasana diskusi gerakan pemuda dan mahasiswa Gorontalo di kantor Imigrasi

 

Namun hal ini mendapatkan penolakan dari pimpinan organisasi yang tergabung dalam aliansi dan masa aksi akan tetap mendatangi kantor wilayah untuk menyampaikan penolakan terhadap kepala imigrasi baru di Gorontalo.

Masa aksipun membawa petisi yang berisi tuntutan dari masa aksi yang sebelumnya sudah melalui kajian dan kesepakatan bersama untuk dapat ditanda tangani oleh pihak Kanwil KemenkumHAM Gorontalo yang pada saat itu diwakilkan oleh kepala divisi administrasi dikarenakan kepala kantor wilayah tidak berada di tempat dan sekalian menandatangani petisi sebagai bentuk kesepakatan bersama pihak Kanwil Kemenkumham terkait dengan penolakan kepala imigrasi baru di Gorontalo.

“Kami berharap agar aspirasi dari pemuda dan mahasiswa dapat dipertimbangkan MenkumHAM RI. Apabila harapan mereka tidak mendapatkan itikad baik, maka darah akan bercucuran di Provinsi Gorontalo,” pungkas Mobi.

(Reza)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0