Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Dihadapan Sekprov, STELLA RUNTUWENE Minta Bangun Bronjong di Sungai Ranoyapo

Stella Runtuwene (baju merah muda) saat hadiri rapat Banggar bersama TAPD Provinsi Sulut, Kamis (3/11/2022) di ruang rapat paripurna
Stella Runtuwene (baju merah muda) saat hadiri rapat Banggar bersama TAPD Provinsi Sulut, Kamis (3/11/2022) di ruang rapat paripurna

 

MANADO Kabarpost.com – Stella Runtuwene, salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan tegas meminta agar Pemprov Sulut lewat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Praseno Hadi agar instansi terkait yakni PUPR segera membangun bronjong di area sungai Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

“Kalau kita dari manado menuju minsel coba kita perhatikan sungai ranoyapo semakin hari semakin melebar, itu berbahaya untuk jembatan yang sudah di bangun. Itu jembatan trans sulawesi loh pak. Kalau jembatan itu hanyut lagi, bayangin bahan makanan dari tempat lain apa bisa masuk sulawesi utara?,” ujar Stella saat rapat antara Banggar DPRD Sulut dan TAPD Pemprov Sulut bahas APBD Tahun Anggaran 2023 berlangsung, Kamis (3/11/2022) di ruang rapat paripurna.

Diutarakan Stella, Sungai Ranoyapo tersebut terletak di antara Desa Lopana Kelurahan Rumoong Bawah dan Kelurahan Buyungon.

Pun dikatakan personil Komisi III Bidang Infrastruktur ini, bila Dinas PU Provinsi tidak sanggup untuk membuatkan bronjong di Sungai Ranoyapo sebaiknya dikembalikan lagi proyek tersebut ke Balai Sungai Sulawesi I.

“Karena dulu itu Balai Sungai yang menangani,” ucap Stella.

Masih oleh Stella, terkait usulan pembangunan bronjong di Sungai Ranoyapo pernah disampaikannya kepada Balai Sungai di hearing waktu lalu.

“Dan menurut Balai Sungai sudah ada rancangan untuk buat bronjong tapi tiba-tiba dialihkan ke PU,” sebut dia.

Sekali lagi dikatakan Stella, bila Dinas PU tidak mampu bangun bronjong di sungai itu sebaiknya dikembalikan ke Balai Sungai.

“Karena di area itu terdapat banyak pemukiman,” tutup Legislator dapil Minsel-Mitra ini.

 

(jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0