Next Post
16-45-16-hv5bMF
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Cindy Wurangian Himbau Sulut Contohi Bali Soal Pariwisata

Cindy Wurangian
Cindy Wurangian

MANADO Kabarpost.com – Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) terus digenjot agar bisa menyamai provinsi lain. Padahal, Sulut tak kalah dengan provinsi lain soal tempat wisata. Namun, bukan hanya tempat wisata yang bisa menunjang pengembangan pariwisata di Sulut. Ada juga soal makanan khas dan minuman tradisional seperti cap tikus.

Ini pun disampaikan Cindy Wurangian, Sekretaris Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) usai rapat dengar pendapat
dengan Dinas Pariwisata Sulut, Selasa (30/8/2022) di kantor DPRD Sulut saat diwawancarai wartawan kabarpost.com.

Menurutnya, kesiapan harus diupayakan pemerintah provinsi Sulut dalam menunjang pariwisata. Seperti ditunjangnya mini market yang ada agar wisatawan yang berkunjung dimudahkan mengakses minuman jenis bir, mengingat di Provinsi Sulut relatif susah untuk mencari bir di mini market.

“Kalau ingin menarik wisatawan, tentu hal tersebut harus diperhatikan. Jadi Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan pusat sehingga Provinsi Sulut bisa disamakan dengan Bali. Kalau kita mau pariwisata kita seperti di Bali,” kata Cindy Wurangian.

Politisi Partai Golkar ini pun mencontohkan, saat melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Bali. Dimana dalam kunjungan tersebut, dirinya bersama rombongan disodorkan minuman lokal Arak Bali, yang harus langsung dicoba saat itu juga kemudian ditawarkan untuk membeli.

“Kami rombongan yang berkunjung tersebut, membeli produk arak Bali hasil UKM masyarakat yang ternyata ditunjang oleh pemerintah. Arak Bali ini kan sebenarnya mirip dengan minuman lokal jenis Cap Tikus kita, kenapa kita tidak juga menggairahkan ekonomi kerakyatan dengan mempromosikan Cap Tikus kepada para tamu maupun wisatawan. Tidak harus di cafe, di kantor pemerintah juga seperti kami berkunjung ke kantor Gubernur Bali,” ungkap Cindy Wurangian.

Menurut Cindy, dengan mendukung dipromosikannya minuman lokal Cap Tikus bukan berarti mengajarkan orang untuk mabuk-mabukan, karena ada batasan dari segi umur dan kesehatan.

“Kalau memang mau bicara dunia pariwisata, kita mencontoh dari yang kita lihat sudah berhasil saat ini, yaitu Bali,” tutup Cindy Wurangian.

(jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0