Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Wagub Kandouw Apresiasi KUR Festival dan UMKM Goes to Capital Market

FB_IMG_1664371677880

MANADO Kabarpost.com – Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw mengapresiasi Kemenko Perekonomian yang telah membantu, berusaha dan berikthiar agar UMKM Sulut makin lebih kuat. Hal ini terungkap saat Wagub  Kandouw membuka KUR Festival dan UMKM Goes to Capital Market, di Manado Town Square (Mantos), Rabu (28/9/22).

Acara ini bersamaan dengan penyaluran KUR secara simbolis kepada 9 debitur. Masing-masing debitur BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Syariah Indonesia, BCA, NATIONAL NOBU, Sinarmas KUR dan Pegadaian Syariah.

Wagub Kandouw bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI Iskandar Simorangkir menyaksikan langsung pendandatanganan akad KUR.

Wagub Kandouw juga menyempatkan diri mengunjungi stand-stand UMKM  mengepresiasi pemerintah pusat yang telah melaksanakan KUR Festival dan UMKM.

Dia menjelaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDBR) Sulut 65 persen disumbangkan sektor pertanian dan perikanan. Lokal wisdom saling kait-mengkait, menjadikan ekonomi Sulut tetap survive meski dilanda pandemi Covid-19.

“Benang merahnya dengan pelaku ekonomi UMKM. Kami sangat berterima kasih, hari ini dicanangkan upaya kita meningkatkan KUR untuk UMKM di Sulut,” ungkapnya.

Terkait dengan KUR UMKM, Wagub Kandouw mengingatkan tiga hal penting. Yakni, komitmen, mindsed dan penyaluran.

“Digaris bawahi, komitmen KUR kepada pemerintah kabupaten/kota. Jangan merasa ada di zona nyaman. Kedua mindset. Harus dirubah. Jangan menganggap ini BLT. Ketiga, penyaluran. Harus komit, persyaratan tidak ada kompromi. Tapi paling tidak seluruh stakeholder dilibatkan. KUR UMKM kalau bisa dilibatkan tokoh agama untuk merekomendasi. Masyarakat Sukut religinya kuat. Kalau kita libatkan ini saya yakin aman,” kata dia.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI Iskandar Simorangkir mengatakan pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi UMKM.

“UMKM menyumbang 61 persen pertumbuhan ekonomi. Kita bisa mendorong PE lewat UMKM. Karena kita selenggarakan KUR Festival dan UMKM Goes to Capital Market,” beber Iskandar Simorangkir.

Menurutnya, UMKM mengalami kesulitan saat pandemi Covid-19.
“Kenapa ini penting, banyak usaha yang mengalami kesulitan saat covid. Pemerintah harus hadir saat UMKM mengalami masalah,” ungkapnya.

Dia menyebut, Sulawesi Utara sebagai benteng pertahanan ekonomi dari timur. Sehingga potensi itu harus diberdayakan. “Siapa yang diselematkan pertama pasca covid, yakni UMKM,” lanjutnya.

Dia menambahkan, relaksasi kebijakan KUR pada masa Covid-19 untuk mendorong percepatan ekonomi melalui UMKM. Perubahan kebijakan KUR untuk memperluas dan meningkatkan penyaluran KUR.

“Permintaan KUR di Sulut sangat tinggi. Pemerintah terus mendorong penyaluran KUR. Mendorong perbanakan termasuk bursa efek. Jika berhasil, UMKM akan kuat dan tumbuh tinggi. Kita akan dorong terus dan dipercepat karena kebahagiaan kita UMKM Sulut maju dan menjadi motor perekonomian di Sulut. Niscaya 100 tahun kemerdekaan kita, kita bisa menjadi negara maju,” tandasnya.

(*/Ain)

 

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0