Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Jadi Perhatian Serius Presiden, ODSK Dorong Kabupaten/Kota Tingkatkan Upaya Penanganan Stunting

20220602_111855

MANADO Kabarpost.com – Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw membuka kegiatan Penilaian Kinerja Tahun 2022 Terhadap Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi 4 Kabupaten Locus Penurunan Stunting Tahun 2021 di Provinsi Sulut yang digelar di Hotel Aryaduta, Kamis (2/6/2022).

Kepada wartawan, usai kegiatan, Wagub Kandouw mengungkapkan bahwa, Komitmen pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Pak Gubernur Olly Dondokambey untuk mensukseskan keinginan pemerintah pusat, yakni pak Presiden Joko Widodo, agar penanganan stunting ini ditangani secara konprehensif, masif dan terstruktur.

“Di Provinsi dan Kabupaten/kota  di bentuk Satgas khusus, dan penetrasinya betul-betul jadi perhatian serius,” ujarnya.

Lewat kegiatan ini, lanjut Wagub Kandouw, juga didorong agar kabupaten/kota berkompetisi untuk meningkatkan upaya penanganan masalah stunting.

“Kelihatannya ini masalah kecil, tapi menjadi perhatian bapak presiden. Kita di Sulut, Puji Tuhan, Alhamdulilah boleh melaksanakan apa yang pak presiden inginkan,” tukasnya.

Diketahui, akar masalah gangguan pertumbuhan pada anak yang pendek atau stunting, disikapi serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), antara lain melalui upaya perbaikan pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi.

Sebelumnya dalam kegiatan, Wagub Kandouw yang juga Ketua Tim Penurunan Stunting Sulut, menegaskan kepada seluruh Kabupaten/kota, khususnya yang menjadi lokus, yakni Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan dan Minahasa Utara untuk memperhatikan infrastruktur sanitasi. Karena masalah sanitasi sangat penting.

“Masyarakat kita harus betul-betul didorong dan diendorse untuk memperhatikan sanitasi yang menyebabkan stunting,” kata Wagub Kandouw.

Menariknya, Wagub Kandouw juga menyebut bahwa pernikahan dini juga menjadi penyebab stunting. Karena berdampak buruk pada kesehatan.

“Pernikahan dini ini jangan sampai menjadi culture atau budaya,” tukasnya.

Di sisi lain, Kandouw mengungkapkan bahwa empat kabupaten yang menjadi lokus saat ini, bukan berarti mengabaikan kabupaten/kota yang lain.
Empat kabupaten yang menjadi locus saat ini, bukan berarti yang lain tidak diunderline.

“Contohnya saja Kabupaten Talaud masih tinggi, kenapa belum masuk padahal cakupan data baru 60 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait soal pendataan, Kandouw mengatakan agar Kabupaten/kota sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pusat Statistik (BPS).

“Semua masalah data, kita serahkan saja kepada BPS agar betul-betul presisi atau tepat,” ujarnya sembari menambahkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan konvergensi yang di dalamnya tercakup kerja sama, koordinasi dan sinergitas.

“Konvergensi, adalah tindakan yang dilakukan secara terintegrasi dan terkoordinasi. Nah masalah stunting ini harus terintegrasi bukan hanya tanggung jawab BKKBN. Tetapi seluruh stakeholder,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, Ir Jenny Karouw MSi menjelaskan penilaian aspek kinerja kepada empat kabupaten lokus, yakni apa saja yang sudah baik dan perlu ditingkatkan.

“Berbagai hal yang inspiratif, replikatif dan inovatif dalam pelaksanaan konvergensi penurunan stunting di Provinsi Sulut dilakukan dengan memfasilitasi sharing pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh
seluruh kabupaten/kota se Sulut, sebagai pembelajaran dalam meningkatkan kualitas dan hasil pelaksanaan 8 aksi konvergensi dan untuk mengapresiasi kinerja kabupaten lokus dalam upaya percepatan penurunan stunting di Sulut,” urainya.

Karouw juga menyampaikan stunting masih tinggi, dengan catatan 21,6 persen.

“Laporan dari Puskesmas angka previlanesi stunting mencapai 3.134 atau 3, 10 persen,” imbuhnya.

Kegiatan penilaian empat kabupaten lokus, dibarengi dengan pelaksanaan pameran yang menampilkan berbagai upaya menekan stunting.

Turut hadir, Penjabat Sekdaprov Sulut Praseno Hadi dan pejabat kabupaten/kota.

(*/Ain)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0