Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

dr Devi: Alami Kekerasan? Lapor Lewat Aplikasi ‘LAKER’ 

Screenshot_2022-03-12-22-54-11-79

MANADO Kabarpost.com  – Perempuan Sulawesi Utara (Sulut) harus Mandiri, Berani dan Berani Bicara, Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Daerah Provinsi Sulut dr Devi Kartika Kandouw Tanos MARS  saat diwawancarai wartawan usai kegiatan Talk Show ‘Lawan Tabu, Perempuan Berani Bersuara’  yang digelar di Atrium Mantos 3, Sabtu (12/03/2022).

Tambah isteri tercinta dari Wagub Kandouw ini bahwa, tema di hari perempuan sedunia perempuan internasional memotivasi para perempuan di Sulawesi Utara untuk bisa bicara mandiri dan berani.

“Sejumlah kasus terkait kekerasan terhadap perempuan, tentunya dinas P3A Sulut tetap fokus dan menseriusi dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tandasnya.

dr Devi pun mengingatkan agar jika ada kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi disekitar kita, baik kita adalah korban ataupun menyaksikan kekerasan tersebut, kiranya bisa melaporkan langsung ke 
Dinas P3A Daerah Provinsi Sulawesi Utara melalui inovasi Aplikasi Online berbasis Android “LAKER” atau Lapor Kekerasan.

“Suatu Negara tidak bisa maju apabila perempuan dan anaknya belum berada di garis aman. Maka dari itu, dengan adanya inovasi ‘LAKER’ seperti ini, kaum perempuan diharapkan lebih mudah dan berani untuk melaporkan tindak kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual,” tukasnya.

Diketahui, Aplikasi ‘LAKER’ telah diluncurkan sejak Januari 2018 dan mulai efektif digunakan oleh masyarakat sejak Juni 2018. Aplikasi LAKER membuat masyarakat lebih berani melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Aplikasi LAKER tidak hanya dapat dimanfaatkan di Sulawesi Utara, namun juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan gawai android. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi LAKER melalui Google Play Store untuk melakukan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh P2TP2A dan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di wilayah tersebut.

(Ain)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0