Next Post
16-45-16-hv5bMF
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

PRIMA Bawa Tambahan Bukti ke KPK Terkait Keterlibatan Bisnis PCR Dua Menteri

Wakil Ketua Umum DPP Prima Alif Kamal
Wakil Ketua Umum DPP Prima Alif Kamal

 

JAKARTA Kabarpost.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (11/1/2022) siang.

Prima membawa sejumlah bukti tambahan mengenai dugaan keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam bisnis PCR.

“Kami DPP Prima sudah janjian dengan tim telaah KPK untuk membawa data tambahan terkait keterlibatan bisnis PCR yang kemarin sudah banyak disebut itu, Menkomarves dan Menteri BUMN pak Erick Thohir,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Prima Alif Kamal di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, dikutip dari Kompas.com.

“Hari ini kami bawa data tambahannya untuk meneruskannya ke tim telaah KPK,” ucap dia
Terkait dugaan bisnis PCR ini, Prima juga melaporkan Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir ke KPK, Kamis (4/11/2021).

Alif menjelaskan, pihaknya membawa bukti-bukti dari pembelian tes PCR maupun tes antigen yang dianggap meresahkan masyarakat.

 

Terkait dugaan bisnis PCR ini, Prima juga melaporkan Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir ke KPK, Kamis (4/11/2021).

Alif menjelaskan, pihaknya membawa bukti-bukti dari pembelian tes PCR maupun tes antigen yang dianggap meresahkan masyarakat.

Mengenai keterkaitan antara pembelian tes PCR masyarakat dengan perusahaan dua Menteri tersebut, Alif enggan memberi keterangan lebih lanjut.

“Kemarin banyak disebut, mereka (Luhut dan Erick) punya perusahaan yang terlibat dalam bisnis PCR ini, punya perusahaan yang terkait dengan bisnis PCR ini,” ujar Alif.

“Nanti mungkin tim telaah KPK yang bisa menjawab soal itu (dugaan keterlibatan dua menteri tersebut),” tutur dia.

Dalam laporan ini, Prima menyoroti ketidakpatutan seorang pejabat yang masih aktif namun terlibat dalam bisnis PCR tersebut.

“Yang jadi persoalan adalah penyalahgunaan wewenang, jabatan, tidak patut pejabat yang sekarang masih berkuasa, terkait dalam dugaan bisnis PCR ini atau antigen,” tutur dia.

Dugaan ini bersumber dari dua perusahaan yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi, yang di dalamnya masih terdapat kepemilikan saham Luhut.

Lalu, kedua perusahaan tersebut tertarik untuk berinvestasi di PT Genomerik Solidaritas Indonesia (GSI).

GSI adalah laboratorium yang bergerak menyediakan fasilitas testing Covid-19.

Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi menampik kabar soal keterlibatan Luhut dalam pengadaan alat kesehatan, seperti PCR, antigen, serta skrining Covid-19.

“Sama sekali tidak benar. ya begitulah kalau oknum sudah hati dan pikirannya ingin menjatuhkan orang lain. Orang ingin berbuat baik pun dihajar dengan segala cara. Ini akan membuat pihak-pihak yang ingin tulus membantu dalam masa krisis enggan,” kata Jodi.

 

Jodi menegaskan Luhut hanya memiliki saham kurang dari 10 persen di Toba Bumi Energi, anak perusahaan Toba Bara Sejahtera.

“Jadi, Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS, sehingga kita tidak bisa berkomentar terkait Toba Bumi Energi,” imbuh dia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menampik Erick terlibat dalam bisnis tes PCR.

Ia mengakan, isu yang menyebut Erick ikut berbisnis tes PCR adalah tendensius, sebab PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) hanya melakukan 700.000 tes PCR.
Angka itu hanya sekitar 2,5 persen dari total tes PCR di Indonesia yang mencapai 28,4 juta.

“Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya, 2,5 persen gitu. Kalau mencapai 30 persen atau 50 persen itu oke lah bisa dikatakan bahwa GSI ini ada bermain-main. Tapi hanya 2,5 persen,” ujar Arya kepada media, Selasa (2/11/2021).

 

(Trbn/Kp)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0