Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

MoU Dengan 10 Kabupaten/Kota, Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang Kunker di UPT BP2MI Manado

IMG-20220216-WA0052

MANADO Kabarpost.com – Rangka membahas penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang, Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Sasaki Hiroki melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke UPT BP2MI Manado, Rabu (16/2/2022).

Dalam Kunker tesebut, turut hadiri Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Defriel Sogia, serta 10 Kabupaten/Kota yang telah menandatangani MoU dengan BP2MI antara lain Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Pemkot Bitung, Pemkot Tomohon, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Pemkab Kepulauan Talaud, Pemkab Minahasa, Pemkab Minahasa Utara, Pemkab Minahasa Tenggara, Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Pemkab Bolmong Utara.

 

Pada kesempatan itu, Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag menyambut dengan baik kunjungan tersebut serta berharap kendala yang telah disampaikan oleh Pemkot dan Pemkab yang hadir dapat difasilitasi solusinya oleh Sasaki Hiroki.

“Mr. Sasaki datang dengan maksud ingin berdialog dengan 10 Kab/kota tentang tantangan yang dihadapi oleh mereka dalam proses penempatan dan pelindungan PMI ke Jepang. Saya harap Mr. Sasaki selaku perwakilan dari pemerintah Jepang dapat menyampaikan hal ini ke Kedubes Jepang di Jakarta sehingga bisa mendapatkan win-win solution bagi kedua belah pihak,” kata Makalalag.

Sementara itu, dalam sambutannya Sasaki Hiroki mengatakan, bahwa pemerintah Jepang sangat mengapresiasi Daerah Sulawesi Utara karena telah menganggarkan biaya pelatihan bahasa dan skill bagi warganya untuk bekerja ke Jepang.

“Mewakili pemerintah Jepang saya menghaturkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas perhatian dari Pemda yang telah menandatangani MoU dengan BP2MI untuk membiayai pelatihan bahasa dan skill dari masyarakatnya yang berminat bekerja ke Jepang,” ungkap Sasaki.

Dirinya menambahkan, saat ini Jepang mengalami kekurangan pekerja karena populasi yang menua. Berbeda dengan Indonesia yang kini mengalami surplus tenaga kerja, untuk itu pemerintah Jepang berinisiatif untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia lewat program Specified Skill Worker (SSW).

“Dalam hal penempatan tenaga kerja ke negara kami pada beberapa sektor pekerjaan yang bisa diisi oleh pekerja asal Indonesia. Saya berharap Sulawesi Utara bisa mengisi kekosongan pekerja yang kami maksud,” pungkas Sasaki.

Setelah mengadakan kunjungan kerja ke UPT BP2MI Manado, Sasaki Hiroki dan Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika BP2MI Defriel Sogia menghadiri undangan dari Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Lasut untuk berdialog dengan 438 CPMI asal Talaud terkait proses penempatan dan pelindungan PMI di Jepang. Kunjungan kerja hari ini ditutup dengan kunjungan ke Jayadi Global Education Center selaku lembaga bahasa Jepang di Manado yang banyak diminati oleh CPMI asal Manado untuk pelatihan bahasa dan skill untuk bekerja ke Jepang.

(*/Reza)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0