Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Hari Perempuan Internasional, Sulut United dan Inspired Academy Teken Kerjasama Pledge United

Penandatanganan kerjasama dan klinik futsal program Pledge United
Penandatanganan kerjasama dan klinik futsal program Pledge United

 

MANADO Kabarpost.com – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional di tahun 2022 ini, Inspire Akademi bekerjasama dengan Sulut United melakukan kegiatan penandatanganan kerjasama dan klinik futsal program Pledge United yang dilaksanakan di J’Les Sport Centre Kairagi, pada Selasa (8/3/2022), sore.

Adapun Pledge United ini adalah sebuah program edukasi anti kekerasan berbasis gender yang menggunakan sepakbola dan futsal kepada remaja laki-laki dan pelatih.

Hein Hoekstra, selaku Direktur Regional Timur Inspire mengatakan bahwa launchingnya kegiatan ini sebagai suatu nilai bagi SUFA (Sulut United Football Akademi) dan Inspire Akademi Pledge United untuk memberikan kesadaran kepada para anak-anak tentang kekerasan pada perempuan.

“Ini menjadi salah satu nilai bagi Sulut United dan Inspire akademi, karena di Inspire itu ada program yang namanya pledge united dan itu adalah kurikulum yang mengajar anaka-anak akan kesadaran kekerasan pada perempuan, dan dari kesadaran ini akan ada tanggung jawab dan menjadi teladan, untuk itu kami melakukan coaching klinik ini untuk anak-anak remaja yang tergabung dalam SUFA ini”, ujar Pria berkebangsaan Belanda ini.

Dirinya pun menambahkan dalam coaching klinik ini diajarkan kepada anak-anak sesuai dengan kurikulum yang ada.

“Pada saat ini kita saksikan ada empat stasiun yakni stasiun S,T,O,P. STOP kekerasan terhadap perempuan, disetiap stasiun selain mereka bermain bola mereka juga diajar Statistik, Truth (tentang kebenaran), Others (tentang orang lain), dan Prevensi (mencegah),” ungkap Hoekstra.

Sedangkan General Manager Sulut United Handry Kalangi, menyambut baik kemitraan ini, dan dirinya pun ingin sasarannya bukan hanya untuk anak-anak muda tapi juga dengan tim utama akan disosialisasikan.

“Jadi kami sangat senang boleh bermitra dengan pihak Inspire Akademi karena memang mereka ini sangat berpengalaman dalam hal-hal seperti ini. Kami juga sasarannya bukan hany untuk para anak-anak muda tapi juga dengan tim utama kita akan sosialisasikan, karena pemain sepakbola itu dinilai bukan hanya kemampuan sepakbolanya, tapi juga karakter, sikap, dan prilaku terhadap rekan-rekannya yang lain menjadi hal yang penting bagi pemain sepakbola”, ucap Handry.

Handry pun berharap dengan program pledge united ini bagi para pemain-pemain muda ini boleh diajarkan sejak dini perihal kesadaran terhadap kekerasan pada perempuan sehingga ketika mereka menjadi pemain sepakbola profesional mereka akan lebih aware kepada perempuan.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pelatih dari Sulut United yakni Jendry Pitoy, lewat program pledge united ini yang diberikan kepada para pemain-pemain SUFA.

“Ini bagi saya bagus sekali, karena jujur baru kali ini dilaksanakan kegiatan seperti ini, karena selain kita bermain sepakbola kita juga dapat materi seperti ini, dan tentunya kita bisa membimbing anak-anak kedepan dengan lebih baik, dan di pos saya ini dilatih prinsip dasar sepakbola, tapi bagaimana kita mengajarkan pada mereka jangan hanya berpatokan pada satu metode saja, tapi dalam satu materi kita dapat berapa metode”, ungkap mantan Kiper Timnas Indonesia ini.

“Buat saya, ini sama seperti kita juga mengajarkan bagaimana mereka menghormati Ibu mereka, kalau mereka mengasihi ibu mereka yang dalam keseharian mereka misalnya sering mengantar mereka ke latihan-latihan demikian juga mereka juga haru menghormati dan menghargai perempuan karena ibu mereka itu juga seorang perempuan”, tambah dari Eks Persipura ini.

Demikian halnya dengan punggawa sekaligus Kapten Tim Sulut United Mahadirga Lasut, yang sangat merespek akan program ini.

“Program ini sangat bagus, selain kami mengajarkan anak-anak cara bermain bola tapi juga kami mengedukasi bagaimana cara menghormati, menghargai perempuan, contoh kita melihat ada pemain kelas dunia karena melakukan kekerasan pada perempuan sehingga karirnya pun tamat, untuk itu kami mengajarkan pada anak-anak dengan terbuka karena itu penting juga bagi masa depan mereka”, tutup Dirga Lasut yang juga mantan pemain Timnas ini.

 

.(*/jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0