Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Inilah Penjelasan Dirlantas Polda Sulut Setelah Berakhir Operasi Patuh Samrat 2021

Direktur Lalu Lintas Polda Sulut AKBP Robertho Pardede
Direktur Lalu Lintas Polda Sulut AKBP Robertho Pardede

 

MANADO Kabarpost.com– Berakhirnya Operasi Patuh Samrat 2021 yang dilaksanakan Polda Sulut dan jajaran selama 14 hari sejak tanggal 20 September hingga 3 Oktober 2021.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Sulut AKBP Robertho Pardede, sasaran Operasi Patuh kali ini difokuskan pada penertiban protokol kesehatan sebagaimana direktif dari Korlantas Polri.

“Pelaksanaan Operasi Patuh ini salah satu sasarannya adalah menurunkan level PPKM, kita bersyukur dengan berakhirnya Operasi Patuh, sebagian besar level PPKM di Sulut juga turun. Sesuai Inmendagri tanggal 4 Oktober 2021, puji Tuhan wilayah Sulawesi Utara tersisa 2 daerah saja yang masih di level 3, yang lainnya ada di level 2, artinya ada penurunan,” ujar AKBP Robertho Pardede, Rabu siang (6/10/2021) di Mako Ditlantas Polda Sulut.

Sebelumnya, hampir sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berada pada PPKM level 4.

Ia juga bersyukur di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Samrat 2021, kegiatan Pengucapan Syukur serentak yang dilaksanakan di Sulut dapat berjalan dengan baik.

“Tanggal 26 September juga ada kegiatan Pengucapan Syukur serentak yang dilaksanakan di Sulut, dan itu mendapat apresiasi dari warga, kita bisa mencegah terjadinya kerumunan, mengurangi mobilitas masyarakat yang tidak penting,” kata AKBP Robertho Pardede.

Namun demikian lanjutnya, hal ini perlu diantisipasi lagi, jangan sampai turunnya level PPKM, justru mobilitas masyarakat semakin tinggi, yang berakibat akan naik lagi level PPKM.

“Kita juga nanti sudah rencanakan akan ada Operasi Nyiur Melambai, Operasi Patuh kedua, Operasi Zebra dan Operasi Lilin. Itu antisipasi kita supaya level PPKM yang mayoritas di Sulut sudah level 2, jangan sampai naik lagi,” ujar Pardede.

Dalam Operasi Patuh ini juga katanya, petugas lebih banyak memberikan penyuluhan maupun teguran terhadap pelanggar lalu lintas.

“Untuk kegiatan penindakan seperti Tilang, itu juga kita laksanakan tapi tidak dominan, hanya Tilang yang secara kasat mata membahayakan pengguna jalan yang lain atau membahayakan pengguna kendaraan itu sendiri,” tandas Dirlantas AKBP Robertho Pardede.

 

(Aldrin Salendu)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0