Next Post

Direktur Reskrimsus Polda Sulut Tak Berani Tangkap Inal Bos PETI di Hutan Alason Ratatotok

IMG-20240703-WA0025

MANADO Kabarpost.com – Polda Sulut dalam hal ini Dirkrimsus dan Kapolres Mitra diduga tak mampu menangkap ZS alias Zainal atau lebih dikenal dengan panggilan “Bos Inal Supit”, terduga pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

ZS alias Zainal alias Bos Inal ini juga dikenal sebagai aktor bisnis ilegal PETI di Lokasi tambang emas Hutan Alason, Ratatotok, Minahasa Tenggara yang kebal hukum.

Aktivitas penabangan ilegal ZS alias Zainal alias Bos Inal yang sudah berlangsung sejak lama tampaknya tak mampu tersentuh hukum.

Sedangkan perintah Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan, tidak akan toleransi dengan tambang ilegal (PETI), ucap Kapolda yang dilansir dari beberapa media saat Konferensi Pers pada 21 April 2024 lalu.

Informasi yang berhasil dirangkum media ini dari berbagai sumber menyebutkan, agar bisnis penambangan ilegalnya berjalan aman, ZS alias Zainal alias Bos Inal di back up oleh oknum anak buah Kapolda Sulut berpangkat Perwira, apakah ini tidak bertentangan dengan perintah Kapolda?.

“Agar bisnis tambang ilegalnya di hutan Alason berjalan aman, ZS alias Zainal alias Bos Inal ini di back up oknum anggota Polri dari Polda Sulut. Kabarnya, agar aman, ada juga sejumlah dana yang disetor yang disebut dana koordinasi,” jelas Sumber belum lama ini seraya mewanti-wanti agar tidak menyebutkan namanya.

Perputaran uang dalam bisnis tambag ilgalnya sangat baik. Koneksi serta hubungan baik dengan Aparat Penegak Hukum (APH) sangat baik, terang Sumber.

Dalam menjalankan bisnis ilegalnya, ZS alias Zainal alias Bos Inal tak sendiri. Menurut Sumber, ada oknum LSM berinisial W alias Win yang selalu mendampinginya.

Sementara itu, untuk memperoleh keuntungan miliaran rupiah, ZS alias Zainal alias Bos Inal memiliki Bak pengolahan material berukuran 15×20 meter, yang diperkirakan bisa menghasilkan 3-5 Kilogram emas dalam satu kali produksi yang memakan waktu 7- 14 hari.

Untuk memperlancar aktifitas prenambangan ilegalnya, ZS alias Zainal alias Bos Inal menggunakan alat berat jenis Excavator, dan mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan.

Belum lama ini, ZS alias Zainal alias Bos Inal dikabarkan sempat dilaporkan beberapa LSM ke Mapolda Sulut. Namun hingga kini laporan tersebut tak diketahui nasibnya, apakah Inal sudah luncurkan mahar juga, kata sumber.

Informasi terbaru yang berhasil dirangkum, ZS alias Zainal alias Bos Inal dikabarkan mengumpulkan sejumlah awak media yang sehari-hari melakukan liputan di Mapolda Sulut untuk bertemu dan mengadakan jumpa pers pada Rabu (26/6/2024) siang.

“Informasinya ZS alias Zainal alias Bos Inal mengundang sejumlah Wartawan yang sehari-hari liputan di Polda Sulut. Dia mau memberikan keterangan pers bahwa dia sudah tidak bermain tambang ilegal lagi dan lahannya sudah dijual ke orang lain. Itu kamuflasenya saja. 

Tetap ada ZS alias Zainal alias Bos Inal, tapi dia mau pakai nama orang lain,” jelas sebuah Sumber lainnya Selasa (25/6/2024).

“ZS alias Zainal alias Bos Inal memang benar-benar kebal hukum. ZS alias Zainal alias Bos Inal pernah bilang kalau dia sudah bisa mengatur Aparat Penegak Hukum (APH) di kota Manado,” pungkas Sumber.

(Aldrin)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0