Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Didukung Swiss, Politeknik Manado ikut Kompetensi Dosen Bidang PLTA

Politeknik Negeri Manado
Politeknik Negeri Manado

 

MANADO Kabarpost.com – Politeknik Manado terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan demi menembus era pembangunan dan perkembangan jaman. Untuk itu, para dosen di Politeknik Manado mengikuti Kompetensi Dosen.

Belum lama ini, sejumlah dosen ikut kegiatan Kompetensi Dosen dan Pranata Laboratorium
Pendidikan Politeknik Bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Menariknya, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah Swiss. Adapun diketahui pemerintah Swiss melalui proyek hibah kerja sama pembangunan antara
State Secretariat for Economic Affairs SECO dan Pemerintah RI.

Pun pelatihan bagi dosen dan pranata laboratorium dari PEM AKAMIGAS Cepu, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang diselenggarakan pada tanggal 21 Maret hingga 2 April 2022 di ASEAN Centre for Hydropower Competence (HYCOM), pusat pelatihan kompetensi yang dikelola PT Entec dan Balai
Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) di Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan itu juga didukung tenaga ahli industri yang mengajarkan tentang teknis desain, perencanaan, pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan dan supervisi PLTA.

Peserta pelatihan mendapatkan uji kompetensi operasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan juga melakukan kunjungan lapangan ke lokasi PLTMH di Cikahuripan Kebun Teh Dewata, CV Protel Multi Energy, dan PT Heksa Prakarsa Teknik, Bandung.

Sementara, rangkaian pelatihan ini
merupakan bagian dari Renewable Energy Skills Development (RESD), proyek kerja sama lima tahun antara SECO dan tiga lembaga kementerian RI, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Laode Sulaeman, S.T., M.T., Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) pada pembukaan acara menyampaikan, proyek kerja sama RESD antara BPSDM ESDM dan SECO Pemerintah Swiss diharapkan dapat membantu percepatan penambahan kapasitas pembangkit EBT, khususnya mendukung peningkatan kWh per kapita, mendorong tercapainya target bauran energi EBT 23% pada
tahun 2025, dan menjadi bagian konkrit dari langkah-langkah transisi energi menuju net zero emissionpada tahun 2060 atau lebih cepat.

Sedangkan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan saat ini, hanya ada dua lembaga pendidikan tinggi yang memiliki program energi terbarukan. “Kita masih perlu banyak melakukan pengembangan program studi energi terbarukan untuk memastikan kompetensi sumber daya manusia mampu mendukung pencapaian target-target transisi energi Indonesia,” ucap dia dikutip dari rilis yang diterima awak median dari Humas Politeknik Manado.

Kegiatan pelatihan PLTA ini merupakan rangkaian dari pengembangan Program D4 Spesialisasi 1 Tahun (Semester 7-8) Energi Terbarukan Bidang Solar, Hydro, dan Hybrid, yang akan diluncurkan September 2022 di empat politeknik negeri di bawah Kemendikbudristek, yaitu Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan di PEM AKAMIGAS Cepu di bawah Kementerian ESDM.

Ditargetkan agar program baru ini menghasilkan 450 lulusan Diploma 4 dengan
gelar Sarjana Terapan Teknik Energi Terbarukan, khusus di bidang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Di samping penguatan kompetensi bagi dosen,
Pemerintah Swiss dan Pemerintah RI bersama-sama memberikan dukungan peralatan laboratorium energi solar dan hidro bagi masing-masing politeknik yang terlibat, serta memperkuat kerja sama dengan industri EBT melalui program magang industri.

Mitra program RESD mencakup BPSDM Kementerian ESDM sebagai mitra utama, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Program RESD juga bekerja sama
erat dengan politeknik, lembaga pendidikan dan pelatihan kerja, asosiasi industri, Lembaga Sertifikasi Profesi/LSP P2, dan sektor swasta.

(*/jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0