Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Bupati FDW Melakukan Berbagai Terobosan Untuk Menekan Angka Kemiskinan di Minsel

Bupati FDW saat melakukan survey secara langsung turun ke masyarakat
Bupati FDW saat melakukan survey secara langsung turun ke masyarakat

 

MINSEL Kabarpost.com – Meskipun tingkat kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan berada pada angka 9,2 % s/d 9,3 %. Namun upaya dan langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus menerus melakukan berbagai terobosan untuk menekan angka kemiskinan yang ada.

Berbagai langkah strategi terus di lakukan oleh Bupati FDW dan Wabup PYR lewat Program Strategis untuk menekan angka kemiskinan di Minsel, hal ini di buktikan lewat Survey Pemerintah Minahasa Selatan terhadap angka kemiskinan yang ada. Hal ini disampaikan Kadis Kominfo Ir. Max H. Weken.

Menurut Kadis Kominfo panggilan akrab Max, kegiatan ini telah dilakukan sejak kepemimpinan FDW-PYR memimpin Minsel.

“Dan kegiatan survey ini dilakukan secara berkala untuk memotret dan merekam secara langsung kondisi keluarga termasuk penyebab-penyebanya, kemudian langka-langkah antisipasinya bagi warga atau keluarga tak mampu itu yang butuh perhatian serius dari pemerintah daerah  di 17 Kecamatan dan 177 Desa/Kelurahan di Minahasa Selatan. Dan untuk keluarga tidak mampu, selalu mendapat perhatian istimewa dari Bupati FDW,” ucap Weken.

Seperti halnya dengan Keluarga Taher Kamurat yang ada di Desa Arakan Kecamatan Tatapaan yang terletak di Jaga VII.  Keluarga ini, lanjut Max yang didampingi Kadis kesehatan dr. Erwin Schouten terdiri dari 7 anggota keluarga masing-masing    Abubakar Taher (suami), Rohani Kamurat (istri) , dan kelima anaknya yakni Arman, Kamarudin, Mirnawati, Safitri dan Naujulia, telah mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Minsel. “Mereka ini, di bebaskan biaya dalam perawatan di Fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas yang ada di Minahasa Selatan bahkan sampai pada pelayanan di RSUD Amurang. Semua pengobatannya tidak dipunggut biaya.,” Jadi keluarga ini telah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah sejak tahun kemarin dan hal ini sudah disampai-sampaikan kepada kepala puskes untuk diteruskan ke Hukum ua dan Lurah,” jelas Edwin Scouten.

Disisi lain, pemerintah kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) telah berkali-kali mewarning para Camat dan Hukum Tua se-Minsel agar masalah keluarga Miskin adalah prioritas utama dari pengelolaan dana desa. Seperti halnya dengan Keluarga Taher Kamurat yang ada di Desa Arakan Kecamatan Tatapaan, keluarga ini selalu mendapat perhatian khusus dan boleh dikata istimewa oleh pemerintah Desa Arakan kecamatan Tatapaan. Seperti halnya program penerima manfaat Bantuan Langsung tunai (BLT) dari Dana Desa. “Keluarga ini memang tercatat sebagai penerima manfaat dari program pemerintah desa, urai Kabid Pemerintah Desa Einstein Runtunuwu, SSTP

Sementara itu, Hal yang sama juga dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Selatan melalui Kabid Pemberdayaan Sosial Archo B. Poli, SE. Menurut Poli, bahwa keluarga Taher Kamurat ini sejak tahun-tahun kemarin mendapat perhatian lebih dari pemkab Minsel termasuk, kebutuhan dasar pangan dan ini sudah berjalan. “Keluarga juga kami telah usulkan kepada pemerintah pusat untuk masuk, sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non unai (BPNT),  serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN). Pihak Dinas Capilduk Minsel, tetap berusaha untuk memperbaiki data keluarga (KK) mereka ke database kementerian. Mulai dari NIK KK hingga NIK anggota keluarga. Pihak capilduk sudah Konsol datanya,” ujar Poli sambil menambahkan bahwa KK miskin di Minsel selalu mendapat perhatian istimewa oleh Bupati FDW.  

Namun, sambil menunggu data keluarga ini direspon dan masuk dalam program Nasional seperti PKH, BPNT, PBI-JKN, maka  pihak pemerintah kabupaten Minahasa Selatan melalui dinas Sosial telah dan terus memberikan bantuan kebutuhan dasar pangan  seperti pemberian bantuan kepada keluarga ini sejak beberapa waktu silam hingga kini. “Kami sudah melakukan sesuai dengan anjuran pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) setelah sebelumnya survey tersebut sesuai dengan SIKS Mobile,” tutup Poli dan Weken sambil 

(Fanly)

 

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0