Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Beberapa Tragedi Bencana Alam di Minsel Yang Meninggalkan Banyak Kesan dan Pesan Bagi Umat Manusia

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH saat memantau usai kebakaran Pasar 1954 Amurang
Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH saat memantau usai kebakaran Pasar 1954 Amurang

 

MINSEL Kabarpost.com – Tragedi bencana alam yang di alami Kabupetan Minahasa Selatan dalam kurung waktu Setahun ini, meninggalkan banyak kesan dan pesan bagi umat manusia.

Dimana bencana alam yang melanda Minahasa Selatan secara berturut-turut, khusus wilayah Ibukota Minsel Amurang, mulai dari bencana amblasnya atau abrasi pantai Amurang yang menelan kerugian sejumlah fasilitas umum dan rumah warga Kelurahan Uwuran Satu, Kelurahan Bitung kecamatan Amurang yang diikuti juga dengan peristiwa kebakaran Pasar 1954 Amurang, menjadi bahan refleksi bagi kita warga Minahasa Selatan secara umum. Hal ini disampaikan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH disela-sela acara peletakan batu pertama bangunan rumah RSS korban bencana kebakaran pasar 54 Amurang.  

Bupati Minahasa Selatan yang di kenal oleh masyarakat dengan sebutan FDW mengatakan bahwa bencana yang melanda di Minahasa Selatan berturut-turut ini, adalah bencana yang memang bencana yang murni tidak dibuat-buat oleh karna ulah pemerintah atau masyarakat.

Semua peristiwa yang terjadi di Amurang, diluar kuasa manusia. Siapa saja tidak mau terjadi bencana.  “Bencana ini tidak dibuat-buat. Kita semua ‘ndak mengharapkan ada bencana seperti ini. Dan jika sudah ada bencana, kita semua harus hadapi dengan sukacita dan yang terpenting kita harus bersemangat mengatasi masalah yang terdampak akibat bencana ini. Terutama memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban atau terdampak akibat bencana ini,” tegas ayah tercinta dari Inri, Rael dan Eldo Wongkar ini.

Bahkan FDW juga meminta agar warga dan masyarakat Minsel untuk tetap berdoa bersama, agar daerah yang kita cintai ini boleh terlepas dan terbebas dari setiap bencana. “Kami juga pemerintah tetap ada dalam gumul dan doa untuk kelangsungan hidup daerah yang kita cintai didalamnya warga dan masyarakat Minsel. Tanpa pertolongan Tuhan Yang Kuasa, kita semua tidak bisa keluar dari pergumulan hidup. Oleh sebab itu, saya selalu mengajak kita bersatu dan melipat tangan kita untuk berdoa bagi daerah dan masyarakat yang tersebar di 17 kecamatan dan 177 Desa dan Kelurahan,” pinta mantan Wakil Bupati Periode 2016-2021.

 (Fanly)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0