MANADO Kabarpost.com – Bertempat diruang rapat Walikota Manado, Andrei Angouw terima kunjungan dari Anggota DPRD Provinsi, Sulawesi Utara (Sulut) Dapil Manado, Selasa (30/8/2021). Dimana, pada pertemuan tersebut, para anggota DPRD Provinsi Sulut Daerah Pemilihan (Dapil) Manado ini untuk beraduensi setelah sebelumnya mereka melakukan kegiatan reses bertemu dengan konstituen warga masyarakat di beberapa kelurahan di Kota Manado.
Dalam kunjungan tersebut, dihadiri Anggota DPRD Provinsi, Victor Mailangkay, Arthur Kotambunan, Amir Liputo, Stien Kambey dan Hilman Idrus serta beberapa staf pendamping ini menyampaikan, hasil rekapan aspirasi masyarakat yang mereka temui di lapangan. Benerapa aspirasi masyarakat yang ditemui dilapangan dan disampaikan langsung ke Walikota seperti; persoalan penanggulangan Banjir dan Sampah.
“Juga disampaikan soal masyarakat yang dulunya mengikuti program BPJS Mandiri dan saat ini tidak mampu lagi mengikutinya karena kekurangan penghasilan bahkan kehilangan pekerjaan diera pandemi,” kata para Anggota DPRD Sulut ini.

Lanjut dikatakan Victor Mailangkay melaporkan, puskemas pembantu yang tidak kelihatan aktifitasnya Kantor kelurahan di Kairagi II yang sudah rapuh serta hal-hal lain seperti air bersih di Meras dan Tikala perbatasan dengan Kabupaten Minahasa serta lampu jalan-jalan di Perkamil. Jalan di Sat Pol Air di Sindulang, juga lampu jalannya. Di Kombos Timur tentang sarana jalan di jalan Arie Lasut. Lurah-lurah dari Kecamatan Sario meminta mesin pemotong rumput. Pelayanan di Puskesmas Pembantu Kima Atas yang tidak ada petugas baik dokter dan perawat. Disampaikan juga persoalan tanah di Buha. Demikian halnya dengan banjir yang sering terjadi di Malendeng. Proyek di pantai Malalayang supaya nantinya ada penyediaan tempat parkir termasuk nasib para pedagang yang memiliki kios-kios disana. Aspirasi lain yang disampaikan adalah beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tidak berfungsi. Juga soal revitalisasi pasar Bersehati yang diminta oleh para pedagang.
Dari beberapa aspirasi yang disampaikan terdapat beberapa poin yang aspirasinya mendominasi yakni; 1) soal infrasruktur jalan, 2) soal lampu jalan, 3) soal normalisasi anak sungai dan drainase serta 4) masalah puskesmas pembantu yang tidak beroperasi karena ketiadaan petugas medis dan pekerjanya baik dokter maupun perawat.
Sementara itu, Walikota Andrei menanggapi beberapa hal daripada aspirasi masyarakat yang disampaikan terutama soal infrastruktur jalan, lampu jalan, revitalisasi sungai’ anak sungai dan drainase serta hal-hal substansial lainnya untuk kepentingan masyarakat Manado.
“Lewat Screen LED Walikota menjelaskan soal hal-hal tersebut’ bahkan digambarkan pemetaan beberapa aspirasi yang sebenarnya sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah kota saat ini,” ujar Walikota Andrei.
Walikota Andrei menambahkan, untuk program 200 juta per lingkungan dari AARS, dalam hal ini sedang dilaksanakan meskipun bukan dalam bentuk uang tunai.
“Soal 200 juta ini bukan dalam bentuk dana segar tapi dalam bentuk program seperti perbaikan infrastruktur,” pungkas Walikota Andrei.
(Reza)