Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Pembangunan 2 Bendungan Ini Disorot Komisi III DPRD Sulut

Kuwil Kawangkoan
Kuwil Kawangkoan

 

MANADO Kabarpost.com – DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lewat Komisi III Bidang Infrastruktur kembali sorot pembangunan dua bendungan yaitu Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara dan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Menurut Komisi III pengerjaan kedua bendungan tersebut sejak 2016 sampai saat ini belum beroperasi.

Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian yang juga Koodinator Komisi III menegaskan akan lakukan pemanggilan terhadap beberapa instansi terkait khususnya Balai Sungai.

“Akan dibahas dengan Komisi III penjadwalan untuk Rapat Dengar Pendapat terkait dua bendungan ini,” ungkap James Kojongian, Senin (24/09/2022) diruang kerjanya.

Ini dilakukan menurut James untuk mendapatkan informasi progresnya.

“Dari kementerian PUPR menargetkan pertengahan tahun 2022 ini kedua bendungan tersebut sudah bisa difungsikan, tapi kelihatannya meleset,” lugas Politisi Golkar ini.

Ditegaskan James, kedua bendungan sudah urgent untuk difungsikan.

“Bendungan Kuwil Kawangkoan utamanya bertujuan untuk pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya agar tidak mengalami banjir bandang seperti pada tahun 2014 silam,” jelasnya.

Terpisah disampaikan Ketua Komisi III Berty Kapojos.

“Berdasar pada laporan Balai Sungai penyelesaiannya ditahun 2022. Padahal Mega proyek multi years ini sudah menelan anggaran besar, namun target penyelesaian terus saja bersorong tiap tahunnya,” jelas Berty Kapojos saat ditemui diruang kerjanya.

Kata Kapojos, akan melakukan pemanggilan terhadap Balai Sungai.

“Komisi III akan memanggil Balai Sungai, Namun setelah selesai tahapan pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2022,” ungkap Legislator dari PDI Perjuangan ini.

“Memang dijanjikan Balai Sungai selesai agustus tahun 2022 tuntas, tapi melihat keadaan lapangan masih ragu,” lugas Kapojos.

Seperti diketahui, bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi.

Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – PT. Nindya Karya (KSO).

Bendungan ini berada diatas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air alami Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Sementara itu, Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,5 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua paket yakni paket pertama senilai Rp830 miliar dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk. Selanjutnya untuk Paket II senilai Rp821 miliar dikerjakan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO).

(*/jane)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0