Next Post
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Gandeng ABDI, Sentra Tomou Tou Manado Salurkan 68 Unit Alat Bantu Dengar Bagi PPKS

20221025_193509

MANADO Kabarpost.com – Dalam Rangka Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi), Kementerian Sosial RI melalui Sentra Tumou Tou di Manado menggandeng Alat Bantu Dengan Indonesia (ABDI) menggelar kegiatan Pemasangan alat bantu dengar bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Manado dan sekitarnya, Selasa (25/10/2022).

Dimana, kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Sentra Tumou Tou Manado ini, diikuti oleh 27 penyandang disabilitas tuna rungu terlebih khusus yang masih sekolah. Hal ini dikatakan, Kepala Sentra Tumou Tou Manado, Kamsiaty Rotty melalui, Penyusunan Program dan Anggaran, Hendra Roge.

“Pada kegiatan ini, kami menyalurkan sebanyak 27 unit alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas tuna rungu yang masih bersekolah. Untuk tahun 2022, Sentra Tumou Tou sudah menyalurkan total 68 alat bantu dengar bagi penyandang Disabilitas Tuna Rungu,” kata Hendra.

Hendra mengatakan, untuk pendataan Sentra Tumou Tou Manado bekerjasama dengan pihak SLB untuk penyandang disabilitas tuna rungu.

“Setelah melalui assesmen, kita melalukan pemeriksaan audio metrik. Dari hasil itulah kita dapat merekomendasikan ke PT ABDI untuk dibuatkan alat bantu dengar, supaya pada saat pemasangan bisa digunakan dengan baik alat dengarnya,” jelas Hendra.

Pada kesempatan tersebut, Manager Alat Bantu Dengar Indonesia, Cabang Makasar, Christina Andriani mengatakan,  alat bantu yang disalurkan sudah terverifikasi dan dipasangkan berdasarkan pada gangguan pendengaran pengguna.

“Jadi intinya, alat bantu dengar ini tidak sama dengan yang dijual bebas. Alat kami, basicnya diatur berdasarkan kebutuhan dari penggunanya. Karena alat bantu yang baik, bisa diprogram sesuai kebutuhan penggunanya,” ungkap Christina.

Lanjut kata Christina, untuk alat bantu dengar tersebut bisa digunakan dengan jangka waktu yang lama, tergantung cara pakai dan perawatannya.

“Biasanya di ABDI ada perawatan rutin sekitar tiga sampai empat bulan sekali. Karena cabang kami masih di Makasar, jika pasien penerima manfaat ini berkenan mengirimkan alatnya untuk dirawat, kami bisa melayani,” ujar Christina.

Sementara itu, salah satu orang tua mahasiswa di Universitas Manado (Unima), Evi Pangerapan mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Sosial RI melalui Sentra Tumou Tou yang telah menyalurkan bantuan alat dengar.

“Tentunya saya sangat berterima kasih kepada Kementrian Sosial terlebih khusus Sentra Tumou Tou yang telah memberikan bantuan kepada anak kami. Karena dengan alat dengar ini, anak kami bisa tertolong. Dimana, sebelumnya, anak kami sama sekali tidak bisa mendengar, akhirnya dapa mendengar,” ungkap Ibu Evi.

(Reza)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0