Next Post
IMG-20221224-WA0012
IMG-20221112-WA0007
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

Begini Tanggapan JRT Terkait Video Viral Pertemuan Brani dan Presiden Jokowi

Potongan video yang viral saat Benny Ramdhani bertemu dengan Presiden Jokowi
Potongan video yang viral saat Benny Ramdhani bertemu dengan Presiden Jokowi

 

MANADO Kabarpost.com – Baru – baru ini viral beredar di media sosial Video pertemuan antara Benny Rhamdani (Brani) dan Presiden Jokowi 

Banyak yang nyinyir melihat pertemuan itu. Apalagi dalam video, Brani memberi sinyal untuk melawan kelompok-kelompok yang selama ini menjadi pengganggu kinerja Jokowi.

Menanggapi hal ini, Aktivis 98 Jimmy Robert Tindi menegaskan tidak ada yang salah dengan sikap Brani dalam video itu.

Tindi mengatakan, kata gemes dan marah yang dilontarkan Brani mengekspresikan sikapnya terhadap kelompok yang selama ini terus menerus dengan bebasnya mengekspresikan sikap intoleran mereka.

“Semua pasti akan sama dengan Brani, yang gemes dan marah akan adanya kelompok yang terus menerus menyebarkan kebencian, fitnah dan adu domba antar suku dan agama, mengkafir-kafirkan mereka yang berbeda keyakinan, menghina simbol-simbol negara dan sebagainya. Jelas kita harus marah kepada kelompok seperti itu. Mereka ancaman serius bagi eksistensi negara,” tegas Jimmy Tindi, di Manado, Selasa (29/11/2022).

Kemudian soal adanya kata tempur dan melawan yang diungkap Benny Rhamdany, menurut Tindi ungkapan itu mengingatkan fakta politik Pilpres yang membuktikan Jokowi sebagai pemenang memiliki pendukung yang lebih banyak dan mayoritas.
“Jadi sebagai pemenang dan mayoritas, sebenarnya jika pendukung Jokowi mau melakukan hal yang sama, maka aksi-aksi yang mereka lakukan bisa dilakukan juga oleh pendukung Jokowi,” katanya.

Selanjutnya usulan Brani agar perkuat penegakan hukum, juga menurut Tindi merupakan usulan yang sangat baik.

“Inilah sebenarnya subtansi pokok dari video tersebut. Sangat jelas, Benny mengusulkan bahwa menghadapi kelompok intoleran, penyebar kebancian, fitnah dan adu domba antar suku dan agama, penghina simbol-simnol negara harus dihadapi dengan penegakkan hukum,” tegas Tindi.

Kesimpulannya menurut Jimmy Tindi bahwa tidak ada yang salah dengan video tersebut.

“Justru jika tidak ada pihak-pihak yang tidak setuju mereka yang selama ini sering menyebarkan kebencian, menghasut masyarakat, mengadu domba dengan menggunakan sentimen suku dan agama, mengkafir-kafirkan mereka yang berbeda keyakinan untuk dihadapi hukum, pihak-pihak itulah yang harus dipertanyakan,” tukasnya.

 

(Tim Kp)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0