Next Post
https://www.kabarpost.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-kabarpost.jpg

BBPOM Manado Gelar Rapat Evaluasi Daerah Bersama 13 Kabupaten/Kota di Sulut

IMG_20211201_120152

MANADO Kabarpost.com – Balai Besar POM (BBPM) Manado, Rabu (1/12/2021) menggelar Rapat Evaluasi Daerah bersama Pemerintah Daerah di 13 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan, di Hotel Aryaduta Manado.

Dalam Rapat Evaluasi Daerah tersebut, dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Asiano Gammy Kawatu SE MSi sekaligus membuka acara kegiatan.

(Sekretaris Provinsi Sulut, Asiano Gammy Kawatu bersama Kepala BBPOM Manado)

Pada sambutan Sekdaprov mengatakan, dalam kegiatan melindungi masyarakat di masa pandemi Covid-19, tidak perlu menciptakan dana baru, karena semua sudah ada dana dimasing-masing Kabupaten/Kota. Maka dari itu dibutuhkan sinergitas antara BBPOM dan Pemerintah Daerah.

“Untuk kegiatan dalam rangka melindungi masyarakat, setiap kabupaten/kota sudah ada dananya, tidak perlu lagi menciptakan dana baru. Marilah kita bersinergi dan berkolaborasi bersama BBPOM dan Pemerintah Daerah agar bisa lebih optimal,” kata Sekdaprov Kawatu.

Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Kawatu menyinggung tentang Vaksinasi yang digencarkan Pemerintah Provinsi Sulut dalam rangka menekan penularan dari Covid-19.

“Program Pemprov Sulut dimana ASN maupun THL harus mengajak sedikitnya 10 orang untuk melakukan vaksinasi sudah efektif berjalan pada hari ini, (1/12/2021). Kita harap dengan adanya program tersebut, apa yang kita inginkan bisa terjadi. Untuk saat ini, dosis pertama sudah 100 persen dan dosis kedua baru 70 persen, secara Nasional diinginkan 70-an persen, tapi pak Gubernur menginginkan 80 persen,” ujar Sekdaprov Kawatu.

(Kepala BBPOM Manado, Dra Hariani Apt)

Sementara itu, Kepala BBPOM Manado, Dra Hariani Apt mengatakan, Rapat Evaluasi Daerah ini dilaksanakan untuk membahas kinerja dalam fungsi utama pengawasan obat dan makanan, kemudian sinergi bersama dengan pemerintah daerah.

“Kita membahas dan melihat sejauh mana kinerja yang sudah di capai, dengan data dan hasil pengawasan didiskusikan, kedepannya mau buat apa, jangan sampai kemudian ketemu lagi dengan masalah yang sama,” kata Kepala BBPOM Heriani.

Kepala BBPOM Heriani mengungkapkan, harus ada perbaikan sesuai dengan regulasi, karena perizinan tertentu ada di pemerintah daerah, jadi BBPOM menemukan masalah kemudian merekomendasikan tindak lanjutnya seperti apa, maka yang mengawal tindak lanjutnya adalah Pemda, lalu terkait dengan tiga program nasional yang dikaitkan dengan penurunan angka stunting dukung program pemerintah. 

“Ternyata di Sulut masih ada angka stunting di beberapa kabupaten kota, maka kita bersinergi, cuma saja di BBPOM melakukan langkah memberdayakan masyarakat seperti program gerakan keamanan pangan desa, diharapkan bisa kendalikan keamanan pangannya, kemudian identifikasi potensi, jika ada UMKM yang bisa diangkat agar produknya dikenal dibantu dampingi sampai produksi, izin edar dan bantu pemasaran bersama Perindag supaya ada peningkatan ekonomi keluarga, karena biasanya stunting terjadi sebab perkonomian susah,” pungkas Kepala BBPOM Heriani.

(Reza)

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

banner

Recent News

themediagrid.com, J8FXQA, DIRECT, 35d5010d7789b49d
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-8668870452462831, DIRECT, f08c47fec0942fa0